POS Odoo 20: Apa yang Berubah untuk Restoran dan Ritel
Odoo 20 merombak cara sesi POS ditutup, menambah QRIS di kios pemesanan mandiri, dan penyajian per course. Artinya bagi pelaku F&B dan ritel.
Ini adalah bagian 2 dari seri Odoo 20 kami. Point of Sale termasuk area yang paling banyak berubah dari Odoo 19 ke Odoo 20, dan perubahannya tidak berhenti di layar kasir: cara tim keuangan melihat pendapatan harian juga ikut berubah. Jika Anda menjalankan restoran, kafe, central kitchen, atau toko ritel, bagian ini untuk Anda.
Tutup sesi kini menghasilkan faktur biasa
Di Odoo 19, menutup sesi POS menggabungkan seluruh transaksi hari itu menjadi satu jurnal gabungan. Angkanya seimbang, tetapi sulit dibaca. Akuntan yang ingin tahu asal sebuah angka harus membongkar satu jurnal besar.
Di Odoo 20, menutup sesi menghasilkan:
- satu dokumen penjualan bergaya faktur pelanggan untuk semua penjualan dalam sesi itu,
- satu nota kredit untuk returnya, dan
- satu baris pembayaran per metode pembayaran (tunai, kartu, QRIS, dan seterusnya), masing-masing dicocokkan dengan dokumen penjualannya.
Dampak praktisnya: pendapatan POS terlihat seperti penjualan lainnya. Tim keuangan bisa memeriksa, merekonsiliasi, dan mengaudit dengan layar dan kebiasaan yang sama seperti untuk faktur. Mencocokkan uang yang diterima tiap metode pembayaran dengan dana yang benar-benar masuk dari bank atau penyedia pembayaran menjadi lebih langsung.
Beberapa hal hilang bersama cara lama, termasuk opsi "force close" dan sebagian kolom kas register lama. Kasir dan supervisor yang terbiasa dengan rutinitas tutup sesi di Odoo 19 perlu dipandu singkat.
Jika Anda memasukkan penjualan ke Odoo dari luar, misalnya pesanan dari platform pesan-antar makanan atau dari sistem POS lain, logika yang membukukan penjualan itu saat tutup sesi perlu ditinjau ulang. Logika itu dibuat untuk cara tutup sesi yang lama dan tidak akan terbawa otomatis.
POS tidak lagi mewajibkan Inventory lengkap
Di Odoo 20, aplikasi POS inti tidak lagi bergantung pada Inventory dan valuasi stok. Pengelolaan stok dipindahkan ke modul penghubung terpisah yang terpasang otomatis jika POS dan Inventory sama-sama aktif.
- Toko dan restoran yang melacak stok tetap berjalan seperti biasa, karena modul penghubungnya terpasang sendiri.
- Bisnis yang menjual jasa atau barang sederhana di konter bisa menjalankan POS dengan pengaturan yang lebih ringan.
Untuk restoran
- Course. Pesanan bisa diatur per course (pembuka, hidangan utama, penutup), sehingga dapur menyiapkan hidangan dengan urutan yang benar, tidak sekaligus.
- Layar dapur dan persiapan kini ada di aplikasi POS inti, bukan add-on Enterprise terpisah. Tanyakan ke mitra Anda layar apa saja yang tersedia di edisi Anda.
- Pemesanan mandiri punya lebih banyak saluran: dari ponsel pelanggan sendiri, lewat SMS, dan di acara.
- QRIS di kios pemesanan mandiri. Modul baru khusus Indonesia memungkinkan kios self-order menerima pembayaran QRIS, sehingga pelanggan bisa memesan dan membayar di kios tanpa antre di kasir.
Untuk ritel dan tim penjualan
- Komisi penjualan bisa dihitung dari transaksi POS.
- Pengiriman dari penjualan POS: barang yang dijual di konter bisa dijadwalkan untuk dikirim.
- Perencanaan jadwal staf terhubung dengan POS.
- Isi otomatis data pelanggan mempercepat input data pelanggan saat checkout.
- Tersedia aplikasi POS untuk Android.
Perangkat keras: lebih sedikit kotak perantara
Odoo 20 mengganti perangkat lunak IoT Box lama dengan keluarga modul perangkat baru, termasuk varian Android untuk POS. Dua tambahan berguna di toko:
- Beberapa perangkat serial, seperti timbangan, bisa terhubung langsung dari browser tanpa IoT box.
- Printer (printer struk dan label yang umum) dan label harga elektronik kini punya modul umum sendiri. Label harga elektronik tidak lagi khusus POS, sehingga harga bisa dikelola bersama data produk lainnya.
Yang perlu dicek sebelum upgrade POS
- Rutinitas tutup sesi. Pandu kasir dan supervisor melalui alur tutup sesi yang baru, dan tunjukkan ke tim keuangan bentuk dokumen penutupan yang baru.
- Aturan tutup sesi kustom. Jika Anda mengkustomisasi cara tanggal POS atau pembulatan kas dibukukan, minta kustomisasi itu ditinjau. Di salah satu migrasi yang kami kerjakan, kustomisasi semacam itu sama sekali tidak berjalan lagi di Odoo 20, tanpa pesan error apa pun. Selengkapnya di bagian 7.
- Data dari luar. Platform pesan-antar, marketplace, atau POS lain yang mengirim penjualan ke Odoo perlu dibangun ulang logika penutupannya.
- Metode pembayaran. Pastikan tiap metode pembayaran (tunai, kartu EDC, QRIS) terhubung ke jurnal yang benar, karena masing-masing kini punya baris penyelesaian sendiri.
- Perangkat keras. Daftar printer, timbangan, dan kios Anda, lalu pastikan cara masing-masing terhubung di Odoo 20.
Menjalankan outlet dengan Odoo dan berencana pindah? Lihat layanan kami atau hubungi tim Keyklik.
Seri Odoo 20
- Apa yang Baru untuk Bisnis Anda
- Point of Sale untuk Restoran dan Ritel (artikel ini)
- Inventori dan Manufaktur
- Akuntansi dan Pembelian
- SDM dan Absensi
- AI Agent dan MCP
- Merencanakan Upgrade
Catatan (DYOR — Do Your Own Research): Artikel ini didasarkan pada perbandingan kode sumber Odoo 19 dan Odoo 20 yang kami lakukan sendiri, bukan catatan rilis resmi Odoo. Ketersediaan fitur bisa berbeda menurut edisi dan konfigurasi. Cara pendapatan POS dibukukan memengaruhi laporan keuangan dan pelaporan pajak Anda (termasuk PPN dan e-Faktur/Coretax). Verifikasi ke dokumentasi resmi Odoo dan sumber resmi DJP, serta konsultasikan dengan akuntan, konsultan pajak, dan mitra implementasi Anda sebelum mengubah cara menutup sesi POS.